Polisikan Agus Rahardjo Cs, Pengacara Setnov Bawa Barang Bukti SPDP


KRICOM - Pengacara Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi melaporkan dua pimpinan dan dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Bareskrim Polri, Jumat (10/11/2017). Keempatnya disangkakan melanggar Pasal 414 jo Pasal 421 KUHP.

Dalam laporan ini, Fredrich juga menyertai dengan barang bukti berupa Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) milik Setnov, atas dugaan korupsi e-KTP.

"Jadi kami sudah berikan bukti soal SPDP yang diumumkan. Itu bukti bahwa oknum KPK, bukan lembaga, melakukan penghinaan terhadap putusan pengadilan," katanya saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Jumat (10/11/2017).

Dia menuturkan, KPK berpotensi melakukan penghinaan terhadap putusan pengadilan karena mengesampingkan amar putusan praperadilan 29 September 2017 yang dimenangkan Setnov dalam dugaan korupsi e-KTP.

Menurutnya, dalam poin nomor 3, KPK diperintahkan putusan praperadilan untuk menghentikan penyidikan terhadap Setnov.

Namun di sisi lain, KPK kembali mengusut dugaan keterlibatan Setnov dalam perkara e-KTP. Belakangan, justru KPK menetapkan tersangka kembali ke Setnov atas dugaan perkara korupsi e-KTP, Jumat (10/11/2017).

"Dalam ptusan praperadilan nomor 3 menyatakan, memerintahkan termohon dalam hal ini KPK untuk menghentikan, tolong diingat, menghentikan penyidikan terhadap Pak SN, sebagaimana Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) nomor 56," ujarnya.

Sayangnya, lanjutnya, Sprindik Nomor 56 justru tertuang kembali dalam Sprindik teranyar untuk menetapkan Setnov sebagai tersangka e-KTP.

"Dengan demikian sudah terbukti secara sempurna dan tidak perlu dibuktikan lagi, pihak KPK telah melakukan perbuatan melawan hukum," ungkapnya.

Baca Juga : Kekeuh Belum Mengakui, KPK Tetap Tolak JC Setnov


tsss res



Di cache pada tanggal : Senin , 16 April 2018 - 15:29:30
Sumber : http://www.kricom.id/polisikan-agus-rahardjo-cs-pengacara-setnov-bawa-barang-bukti-spdp
tsss res