Sekap 2 Mahasiswi Cantik di Kamar, 2 Pemuda Ini Babak Belur

JPNN.com, MEDAN - Dua pemuda babak belur diamuk warga lantaran menyekap dua mahasiswi cantik setelah kepergok mencuri di kamar kos korban.

Mantan Makin Seksi, Diajak Ketemuan, Ternyata Cuma Modus

JPNN.com, BATAM - Seorang pegawai salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) berinisial Sr, di Batuaji, Batam, Kepulauan Riau, menjadi korban pemerkosaan.

Sambangi Bareksrim, Kuasa Hukum Setnov kembali Laporkan Pimpinan KPK?

KRICOM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Ketua DPR RI, Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, Jumat (10/11/2017). Selang beberapa jam, Kuasa Hukum Setya Novanto, Friedrich Yunadi menyambangi Gedung Bareskrim Mabes Polri.Dari pantauan KRICOM, Friedrich datang bersama seseorang rekannya. Kedatangannya diduga untuk melaporkan kembali pimpinan KPK. Pasalnya, Friedrich pernah mengancam akan melaporkan pimpinan KPK jika menetapkan kliennya sebagai tersangka.Sayang, Friedrich irit berkomentar akan kedatangannya. Padahal puluhan awak media sudah menanti dirinya untuk berbicara."Ini kan baru laporan dulu, nanti ya," ujar dia ditemui di Gedung Bareskrim.Sayang dia enggan merinci nama pihak yang dilaporkan. Dia hanga menyebut, pelaporan terkait pengumuman sebuah instansi pada Jumat ini."Yang mengumumkan," tandasnya.Sekadar informasi, Fridrich memang sudah punya rencana untuk melaporkan komisoner KPK ke Bareskrim Polri jika kliennya kembali dijadikan tersangka.Dia beranggapan, Setnov tidak layak dijadikan sebagai tersangka perkara e-KTP. Pasalnya sudah ada putusan praperadilan yang mengugurkan dugaan tindak pidana Setnov dalam korupsi e-KTP"Itu tidak boleh dilakukan. Untuk itu saya selalu memberikan penjelasan, bila ada pihak KPK yang nekat melakukan penyidikan ulang terhadap Setya Novanto dengan objek yang sama, maka saya tidak akan segan-segan melaporkannya," kata dia ditemui di Jakarta Selatan, Selasa (7/11/2017).

Hampir Bentrok Lawan Polisi, Massa Buruh Akhirnya Tertib Bubarkan Diri

KRICOM - Situasi aksi unjuk rasa yang digelar oleh para buruh di depan Balai Kota DKI Jakarta sempat memanas. Pasalnya, sebagian buruh yang usai menunaikan ibadah salat magrib di depan Kementerian Perhubungan berpindah ke Balai Kota, tepatnya di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Ratusan aparat kepolisian yang ada di Balai Kota langsung diterjunkan ke lokasi untuk menghalau massa serta berusaha membubarkan mereka. Mobil water cannon juga tampak disiagakan oleh pihak berwajib. Menggunakan pengeras suara, polisi mengimbau para buruh agar segera membubarkan diri, karena aksi mereka telah melebihi waktu yang ditentukan, yakni pukul 18.00 WIB. "Kami beri waktu 5 menit kepada Anda untuk segera membubarkan diri," ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto dari atas mobil dengan pengeras suara. Situasi sempat memanas lantaran buruh enggan membubarkan diri. Bahkan sempat terjadi adu teriakan lewat pengeras suara antara aparat kepolisian dengan buruh. "Hidup buruh! Hidup buruh! Hidup buruh!" ujar salah satu koordinator buruh di atas mobil komando dan diikuti oleh buruh lainnya. Kombes Suyudi kembali memberi imbauan keras dan akhirnya para buruh pun mulai bergegas meninggalkan lokasi. Pantauan Kricom, Jalan Medan Merdeka Selatan sempat lumpuh lantaran buruh dan kepolisian berhadap-hadapan menutupi semua badan jalan. Namun hal tidak berlangsung lama, setelah para buruh pengunjuk rasa sepakat membubarkan diri. Hingga berita ini diturunkan, situasi telah kondusif dan aktivitas di Jalan Medan Merdeka sudah berjalan normal dan pasukan kebersihan mulai bergegas melaksanakan tugasnya.

Demi Modal Kencan Rela Nyuri Handphone

Songki Waloyo sedang memburu gebetannya. Dia ingin tampil sempurna di hadapan gebetannya, sebut saja Rina, yang tinggal sekampung di kawasan Wiyung Gang III.

Panggil Cewek Benaran, Bayar Pakai Uang Bohongan

JPNN.com, BANGLI - Tim Opsnal Polsek Bangli di Bali membekuk oknum pegawai tidak tetap (PTT) bernama I Nengah Kariada (31), Kamis (9/11) dini hari. Sebab, staf di SMPN  2 Bangli itu ketahuan membayar cewek panggilan dengan uang palsu.
tsss res

Setnov Kembali Jadi Tersangka e-KTP, Begini Komentar Novel Baswedan

KRICOM - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan turut berkomentar terkait penetapan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka terbaru e-KTP yang diumumkan hari ini.Melalui sambungan video call, Novel menegaskan bahwa langkah KPK menjerat kembali Setnov dalam kasus E-KTP ‎pastinya disertai bukti yang kuat."Memang sebagaimana yang sudah diumumkan pimpinan hari ini, saya perlu sampaikan bahwa apa yang ditetapkan KPK itu sudah mendapatkan bukti yang kuat," ujar Novel melalui video call dengan Koalisi Masyarakat‎ Sipil Anti Korupsi yang menggelar acara "Jangan Lelah Lawan Korupsi" di Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017).Namun, Novel yang kini masih menjalani perawatan di Singapura itu enggan menanggapi lebih jauh soal status tersangka Setnov itu. Menurutnya, untuk lebih detailnya tetap harus menunggu proses penyidikan yang dilakukan lembaga antirasuah."Saya kira Lebih jelasnya kita harus tunggu proses penyidikan," ujar Novel yang kondisi matanya mulai membaik.Dia hanya ‎kembali menegaskan bila langkah KPK kembali menjerat Ketua Umum Partai Golkar itu dalam pusara korupsi yang ditaksir merugikan negara Rp 2,3 triliun itu telah disertai bukti-bukti yang kuat."Tapi Penetapan tersangka SN itu dilengkapi dengan bukti-bukti yang sangat kuat," pungkasnya.Diketahui, Setya Novanto kembali ditetapkan tersangka oleh KPK dalam konferensi pers yang dilakukan pada Jumat (10/11/2017) pukul 17.00 wib sore.  Setnov dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Setnov Kembali Jadi Tersangka, KPK Panen Pujian

KRICOM - Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) mengapresiasi kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah kembali menjadikan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP."Agus Rahardjo patut mendapatkan penghargaan setinggi-tingginya karena tetap kosisten dan persisten menjaga independensi KPK, terutama dalam menghadapi kedigdayaan Setya Novanto yang dengan segala daya upaya (hukum dan medis) mencoba menghindar dari jeratan kasus dugaan korupsi e-KTP," kata Koordinator TPDI, Petrus Selestinus saat dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Jumat (10/11/2107).Keteguhan KPK dalam mengusut kasus proyek pengadaan e-KTP yang menyeret sejumlah nama dengan berbagai persoalan baik secara politik maupun secara hukum juga patut mendapatkan penghargaan."KPK tetap bergeming menghadapi segala hambatan secara politik melalui penggunaan hak angket DPR mupun secara hukum melalui Praperadilan, PTUN dan Laporan Polisi ke Bareskrim Polri terhadap Agus Rahardjo dan Saut Sitomorang," lanjutnya.Bahkan, Advokat Peradi ini juga menilai dengan ditersangkakan kembali Setnov telah menegaskan sikap KPK yang tetap on the track meski selama ini diintervensi dari berbagai sudut."KPK tetap on the track dan berhasil mempertahankan independensinya dalam menghadapi penyidikan kasus korupsi e-KTP. KPK tidak dapat dipengaruhi dan ditakut-takuti dengan kekuatan apapun secara politik dan hukum," tuturnya.Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan proyek e-KTP. Penetapan status tersangka yang kedua kalinya ini disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Setnov pertama kali jadi tersangka pada 17 Juli 2017. Status tersangkanya gugur setelah dirinya menang di praperadilan.

Tak Terima Kliennya Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Setnov Laporkan Pimpinan KPK ke Bareskrim

KRICOM - Kuasa Hukum Setya Novanto (Setnov), Fredrich Yunadi resmi melaporkan pimpinan dan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Bareskrim Polri, Jumat (10/11/2017). Laporan itu diterima Bareskrim dengan nomor TBL/825/XI/2017/Bareskrim dengan nomor laporan : LP/1192/XI/2017/Bareskrim tertanggal 10 November 2017.Adapun yang menjadi terlapor yakni dua pimpinan dan dua penyidik dari KPK  yakni Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Direktur Penyidikan KPK Aris Budiman, dan penyidik KPK Ambarita Damanik."Di sini yang kami laporkan ada Agus Rahardjo, Aris Budiman, Saut Situmorang, dan A Damanik," kata Fredrich, ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat.Dia menuturkan, keempatnya dilaporkan lantaran menjadi dalang terbitnya Surat Peritah Penyidikan (Sprindik) dan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) bahwa Setnov tersangka perkara korupsi e-KTP."Karena mereka yang tandatangani surat itu semua," terangnya.Dia meminta, polisi untuk mau menindaklanjuti laporan yang dilayangkan. Karena setiap warga negara memiliki hak agar laporannya ditindaklanjuti polisi."Mereka sebagai terlapor. Saya tak bisa katakan posisi mereka terlapor. Ini kan baru dilaporkan, berikan kesempatan pada penyidik untuk mempelajari kemudian kembangkan," ungkapnya.Keempat orang ini dilaporkan Fridrich dengan Pasal 414 jo Pasal 421 KUHP tentang penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan kekuasaan.Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan proyek e-KTP, Jumat (10/11/2017).Penetapan status tersangka yang kedua kalinya ini disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. Setnov pertama kali jadi tersangka pada 17 Juli 2017. Status tersangkanya gugur setelah dirinya menang di praperadilan.

Masih Remaja Sudah Berani Menodong Teman Sendiri

JPNN.com, SURABAYA - Unit Reskrim Polsek Wonokromo, Surabaya berhasil mengungkap tiga kasus pencurian dengan kekerasan yang melibatkan remaja di bawah umur.

Polri Duga Senjata Kelompok Kriminal di Papua Dipasok dari Luar Negeri

KRICOM - Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto mengaku, senjata yang dimiliki kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang beroperasi di Tembaga Pura, Papua diduga didapat dari luar negeri. Namun, polisi masih melakukan pendalaman terkait senjata milik KKB yang selama ini digunakan untuk melakukan penyerangan terhadap aparat, setelah pelaku berhasil ditangkap. "Ada yang menyebutkan senjata tersebut didapat dari luar (negeri)," kata Setyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (10/11/2017). Setyo juga memaparkan, dirinya mendapat kabar bahwa senjata-senjata yang dimiliki oleh para anggota KKB tersebut adalah senjata ilegal. "Tidak tertutup kemungkinan, karena mereka ada senjata dan amunisi. Kami belum memastikan, tetapi kalau kami sudah melakukan pengungkapan dan penangkapan, kami bisa mengungkap dari mana senjata itu," jelasnya. Setyo menerangkan, KKB melakukan teror dan gangguan keamanan di Papua karena memiliki tujuan tertentu seperti ingin menguasai tambang di Tembagapura. "Yang saya katakan tadi, KKB melalukan pembajakan liar," jelasnya. Mantan Wakil Kepala Baintelkam, Mabes Polri ini mengatakan, TNI/Polri sedang mengambil langkah negosiasi kepada KKB untuk menghindari munculnya korban jiwa dari masyarakat. "Pertama kami sedang memetakan kekuatan mereka, dan kami mengupayakan adanya negosiasi. Diharapkan tidak timbul korban lebih banyak. Nanti, kalau korbannya masyarakat kasihan," tutupnya. Seperti diketahui sebelumnya, Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian menegaskan, jumlah KKB yang ada di Tembaga Pura diperkirakan berjumlah 20 orang. "Jumlahnya tidak banyak, paling banyak 20 orang, tetapi bersenjata lima sampai sepuluh senjata," kata Kapolri saat ditemui di Hotel Mercure, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (9/11/2017). Menurut kapolri, aksi KKB lebih mempersoalkan ekonomi karena di kawasan Tembagapura terdapat tambang. "Motifnya masalah ekonomi, ketidakpuasan kadang-kadang dibawa isu separatisme," jelas Kapolri.

Menolak Digeledah, Sejumlah Napi Mengamuk di Rutan Mako Brimob

KRICOM - Kericuhan terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Markas Brimob cabang Salemba, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (10/11/2017), sekitar pukul 13.00 WIB. Kericuhan tersebut disebabkan oleh sejumlah narapidana yang mengamuk karena mereka menolak untuk digeledah oleh petugas. Akibat kericuhan tersebut, fasilitas Rutan mengalami kerusakan. Dilaporkan, pintu sel tahanan jebol dan kaca di lorong bok juga pecah akibat kericuhan tersebut. Karopenmas, Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto membenarkan hal tersebut. Namun sampai saat ini, situasi rutan sudah kondusif dan petugas telah berhasil menguasai kondisi di lokasi, sedangkan para napi sudah kembali dimasukkan ke dalam blok. "Setelah salat Jumat para tahanan dimasukan ke dalam sel masing-masing. Setelah masuk sel, piket Densus melepas kunci yang ada di kamar A5 dan C5, karena selot kunci dari dalam demi keamanan dan memudahkan petugas piket membuka sel," kata Rikwanto, Jumat(10/11/2017). Menurut Rikwanto, kericuhan terjadi setelah petugas Densus melakukan penggeledahan terhadap para napi. "Dan ditemukan 4 buah HP milik napi Juhanda, kairul Anam, Jumali dan Salihun," jelasnya. Namun kericuhan terjadi usai seorang napi tidak terima dengan perlakuan petugas dan mengumpat dengan kata-kata yang memancing amarah anggota. "Napi langsung berteriak takbir yang mengundang napi blok sebelah. Anggota dari Satuan III Pelopir mengambil langkah dengan menembakkan gas air mata agar tidak terjadi kekacauan," tutup mantan Kabidhumas Polda Metro Jaya ini.
tsss res

Sejak Awal November, Sudah Ribuan Pengendara Ditilang di Tol Tangerang-Jakarta

KRICOM - Dalam pelaksanaan Operasi Zebra yang dimulai pada 1 November 2017, petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Bitung telah melakukan tindakan terhadap lebih dari seribu pengendara yang melintas di jalan tol Jakarta-Merak. Hal tersebut dikatakan Kepala Induk Korlantas PJR Bitung, Kompol Soemiran. Menurutnya, jumlah pelanggar di jalan tol cenderung meningkat usai dilakukan Operasi Zebra. "Kebanyakan dilakukan oleh sopir truk. Bahkan dalam 9 hari sedikitnya sudah ada 1.130 pelanggar yang kami lakukan tindakan," kata Soemiran, Jumat (10/11/2017). Dijelaskan Soemiran, satu pekan sebelum dilakukan Operasi Zebra, jumlah pelanggar di jalan tol tidak mencapai angka 1.000 "Kebanyakan pelanggaran yang dilakukan adalah parkir di bahu jalan serta mendahului dari sebelah kanan. Tercatat ada 704 pelanggar,″ jelasnya. Kemudian untuk wilayah yang sering terjadi pelanggaran adalah di KM 10-14. Kebanyakan pelanggaran yang dilakukan adalah parkir di bahu jalan, kemudian untuk pelanggaran mendahului dari sebelah kanan pada lajur 3 sering terjadi di KM 21-26 Bitung. Untuk menekan angka kecelakaan serta kurangnya pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna jalan tol, Soemiran mengimbau agar pengemudi harus bisa mematuhi peraturan lalu lintas. Karena biasanya kecelakaan terjadi akibat adanya pelanggaran yang dilakukan. "Kebanyakan yang melanggar memang para sopir ruk dengan alasan mereka mengantuk. Padahal parkir di bahu jalan sangat berbahaya bagi pengguna jalan tol yang lain, karena bisa mengakibatkan kecelakaan yang fatal. Jika mengantuk silahkan berisirahat di rest area terdekat," pungkasnya.

Matius Hujamkan Kapak ke Leher Istri, Banjir Darah

JPNN.com, KUTAI TIMUR - Matius Bilung, warga Desa Miau Baru, Kongbeng, Kutai Timur Kaltim, menghujamkan kapak ke kepala istrinya, Trisnawati Jalung, Jumat (10/11) siang.

Wow... Bunga Bangkai Tumbuh di Halaman Rumah Warga Bekasi

KRICOM - Warga di Perumahan Perumnas III, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi digegerkan dengan munculnya bunga bangkai. Bunga langka itu tumbuh di halaman rumah milik Suwahir.Saat KRICOM menyambangi rumah Suwahir, ternyata benar ada bunga bangkai yang tumbuh. Bunga yang tingginya mencapai lutut orang dewas itu timbuh di sebelah pohon mangga milik Suwahir. Menurut Suwahir, bunga itu tak tumbuh begitu saja."Iya memang saya tanam enam tahun lalu, saya juga kaget ternyata bisa tumbuh hingga tingginya sekarang sampai 40 cm" ungkap Suwahir kepada Kricom, Jumat (11/10/2017).Suwahir melanjutkan, bunga bangkai tersebut berjenis Suweg dan biasa disebut dengan nama latin Amorphophalus . Bunga ini mengeluarkan aroma tak sedap seperti bunga Rafflesia Arnoldi."Iya mengeluarkan bau bangkai sampai tetangga pada datang ke sini," terang Suwahir.Suwahir mengaku bunga bangkai tersebut tumbuh sekitar seminggu yang lalu. Dirinya sangat senang karena banyak warga datang untuk melihat fenomena langka tersebut."Saya senang aja banyak warga yang datang, enggak keberatan dan enggak merasa terganggu kok banyak warga yang ke sini" tandasnya.Sementara itu, seorang warga Arum mengaku terkejut dengan adanya bunga bangkai tersebut."Saya kaget katanya ada bunga bangkai yang tumbuh di halaman rumah Pak Suwahir, saya penasaran langsung ke sini dan ternyata benar ada bunga bangkai yang tumbuh," tutur Arum.Hingga saat ini bunga bangkai itu menjadi objek foto bagi warga dan masyarakat yang penasaran dengan bentuk bunga bangkai.

Panglima TNI Minta Generasi Milenial Teladani Sifat Ini dari Para Pahlawan Indonesia

KRICOM - Hari Pahlawan menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk mengenang jasa para pahlawan. Pasalnya, mereka sudah bersusah payah untuk merebut kemerdekaan Tanah Air dari tangan para penjajah. Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo lantas mengajak generasi muda mencontoh sikap para pahlawan bangsa saat merebut kemerdekaan Indonesia. Sebab satu sama lain terlihat sangat kompak tanpa memandang asal usul rekan seperjuangannya. "Para pahlawan dahulu berjuang bersama, tidak pernah melihat asal usul, baik agama, suku maupun warna kulit. Itu yang perlu dicontoh sekarang," kata Gatot usai ziarah di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Jumat (10/11/2017). Menurut dia, generasi penerus bangsa bisa menikmati kemerdekaan dari jasa para pahlawan untuk bersama berjuang mengisi kemerdekaan demi anak dan cucu bangsa. Markas Besar TNI juga menyelenggarakan upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November dengan Inspektur Upacara Asisten Logistik Panglima TNI, Laksamana Muda TNI Bambang Nariyonodi Lapangan Apel B-3 Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Upacara ini diikuti oleh seluruh perwira tinggi dan prajurit serta Aparat Sipil Negara (ASN) TNI dengan tema "Perkokoh Persatuan Membangun Negeri".

Ditanya Kapan Pimpinan KPK Jadi Tersangka, Mabes Polri: Itu Masih Jauh

KRICOM - Status Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo dan Saut Situmorang soal kasus dugaan pemalsuan surat dan penyalahgunaan wewenang sudah dinaikkan ke tahap penyidikan. Meski statusnya telah naik, dua Petinggi lembaga anti rasuah itu belum tentu dijadikan tersangka. Pasalnya, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi lain. "Belum, itu masih jauh. Baru keterangan-keterangan saksi dan keterangan ahli," kata Wasisto kepada wartawan di Mabes polri, Jumat (10/11/2017). Hingga kini, kasus dua pimpinan KPK tersebut sudah memiliki kemajuan. Namun Mabes Polri enggan membeberkan hal tersebut kepada wartawan. "Itu teknis. Subtansinya tidak boleh diungkap ke pers," jelasnya. Mantan Direktur Intelkam, Polda Metro Jaya ini mengatakan, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi di antaranya Ahli Pidana, Bahasa dan Hukum Tata Negara. "Kemaren baru enam saksi dan ahli. Nanti itu (pemeriksaan terlapor). Kami kan pasti mulai dari saksi-saksi dahulu," ujar Setyo. Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo telah menerima secara resmi penyampaian Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Bareskrim Mabes Polri terkait kasus Pimpinan KPK. Dia memastikan akan memberi atensi lebih pada kasus tersebut. "Sekarang kita tunggu, saya belum bisa bicara banyak tentang apa dan bagaimana kasus seperti itu. Tentunya kalau sudah ada Surat Perintah Dimulainya Penyidikan ya asumsinya mereka sudah punya alat bukti yang cukup. Kita tunggu ajalah seperti apa," tutup Prasetyo. Sekadar informasi, Agus dan Saut dilaporkan Tim Pengacara Setya Novanto, Sandy Kurniawan ke Bareskrim lantaran diduga melakukan penyalahgunan wewenang suatu jabatan sebagaimana dimaksud Pasal 263 KUHP junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan atau Pasal 421 KUHP.

Sebelum Ditembak, Dokter Letty Pernah Diancam Mau Dibakar Suami

KRICOM - Dokter Rian Helmi (41) memang sudah punya niat untuk menghabisi nyawa istrinya, dr. Letty Sultri (46). Sebab sebelum melakukan penembakan, pria yang diduga memiliki kelainan jiwa ini sempat menakut-nakuti korban dengan berbagai ancam. Maya selaku adik kandung Letty membenarkan kabar tersebut. Sebelum tewas ditembak mati, sang kakak sempat menelpon keluarga dengan nada ketakutan. Dalam perbincangan di telepon, kakaknya pernah beberapa kali mengungkap soal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang selama ini dilakukan sang suami. Terakhir, dia pernah dipukuli hanya karena masalah sepele "Kakak saya nelepon diam-diam, ngasih tahu kalau dia dipukul, ditarik mau dibakar. Terus saya bilang sudah lah jangan dilanjutin (pernikahan). Lapor saja polisi, divisum," ungkap Maya di kediaman dr. Letty Jalan Sunan Ampel, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (10/11/2017). Pasca kejadian itu, Dokter Letty langsung mengajukan gugatan cerai. Tidak disangka-sangka, hal itulah yang kemudian memicu Helmi melakukan tindakan brutal dengan menembak istrinya di tempat kerja sebelum kemudian menyerahkan diri ke polisi. Dokter Letty tewas ditembak suaminya, dr Ryan Helmi, sebanyak 6 kali saat sedang berpraktik di Azzahra Medical Center, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (10/11/2017) sekitar pukul 14.30 WIB. Penembakan tersebut dipicu gugatan cerai yang diajukan Letty. Letty merasa tidak kuat atas kekerasan yang dilakukan suaminya itu hingga akhirnya menggugat cerai. Usai melakukan penembakan, Helmi kemudian ke Polda Metro Jaya untuk menyerahkan diri. Polisi menemukan 2 pucuk senjata api di dalam tas pelaku saat itu. Senpi rakitan itu berjenis revolver. Polisi masih mengusut asal usul kepemilikan senpi tersebut.